Indra penciuman juga melemah saat flu (Neozep)
VIVAnews - Mereka yang menginjak usia 60 tahun kehilangan kemampuan untuk membedakan bebauan. Kondisi ini menempatkan mereka pada risiko lebh besar terpapar bahan kimia berbahaya dan gizi buruk.
"Kami menemukan perubahan jelas di neuron sensorik penciuman, yang bertugas merespons bau, pada mereka yang berusia 60 tahun ke atas," kata Profesor Diego Restrepo, Ph.D., Direktur Pusat Neuroscience di University of Colorado School of Medicine, yang memimpin penelitian.
Bersama timnya, Restrepo mempelajari bagaimana perubahan indra penciuman yang mereka yang berusia senja. Mereka menemukan neuron sensorik penciuman yang menunjukkan respons tak terduga sehingga membuat mereka lebih sulit untuk membedakan bau tertentu.
"Ketika kami menyajikan dua bau yang berbeda ke neuron sensorik penciuman orang-orang muda, mereka menanggapinya secara terpisah. Sementara neuron sensorik para orang tua menanggapinya dalam satu kesatuan bau," Restrepo menjelaskan.
Menurut para peneliti, mereka yang kehilangan indra penciuman berada pada risiko lebih tinggi mengalami kekurangan gizi. Sebab, aroma sangat terkait erat dengan kemampuan mendeteksi makanan basi. Mereka juga sulit mendeteksi adanya kebocoran gas di dapur, atau uap beracun.
Studi tersebut menunjukkan bahwa perubahan fisik yang terjadi di dalam hidung dan otak seiring penuaan, berkontribusi terhadap hilangnya kemampuan penciuman di usia senja. Restrepo dan timnya mempublikasikan penelitian tersebut di edisi terbaru Neurobiology of Aging.
• VIVAnews
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
' ); $.ajax({ type: "POST", url: "/comment/load/", data: "valIndex=" + a + "&articleId=" + b + "&defaultValue=" + c, success: function(msg){ $("#loadkomen").html(msg); //$(".balasan").hide(); } }) }